“Apa
kau menyukaiku?”
Entah
sudah berapa kali kau bertanya seperti itu padaku. Namun, aku tak pernah menanggapinya. Takut. Hingga aku
memilih buta dan menutupi rasa. Semua karena kau baru saja datang kepadaku. Tapi,
kali ini kulihat kau mulai goyah. Seolah sadar dan bosan dengan pilihanku yang
tidak adil. Hingga kau benar-benar terjatuh dan berbalik, meninggalkanku.
Agaknya
karma ikut geram melihat aku yang tak kunjung sadar. Ia pun datang dengan sebilah
pisau sebagai balasan, berupa sosokmu yang bahagia bersamanya—penggantiku. Dan aku
pun terjatuh, jauh lebih dalam darimu. Namun, aku tidak dapat berbuat banyak. Selain
berusaha bangkit dengan wajah basah, bergelimang penyesalan.
Kini,
walaupun kau berdiri tepat di hadapanku, aku tidak lagi dapat meraihmu. Karena jarak tak kasat mata yang semakin melebar diantara kita.
Ditulis bersama lantuntan lagu Maudy Ayunda - Cinta Datang Terlambat